Gus Bus DPRD Gresik Beri Dukungan Penuh M. Ridwan, Atlet Sepak Takraw Adaptif Bawean Peraih Perak Thailand

PE
Pena Edukasi
Anggota DPRD Gresik, Bustami Hazim, menyambut kedatangan atlet takraw disabilitas M. Ridwan di Pelabuhan Gresik.

Anggota DPRD Gresik Dapil Bawean, Bustami Hazim (kiri), memberikan apresiasi langsung kepada atlet berprestasi M. Ridwan (kanan) setibanya di Pelabuhan Gresik usai berlaga di Thailand. ( Foto: Ist )

GRESIK – Sebuah kebanggaan besar kembali ditorehkan oleh putra daerah asal Pulau Bawean,

Kabupaten Gresik. M. Ridwan, seorang atlet penyandang disabilitas asal Dusun Sungaiterus Deje, Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura, sukses menyabet medali perak dalam kejuaraan internasional sepak takraw adaptif (disabilitas) yang diselenggarakan di Thailand.

Tampil gemilang mewakili Tim Nasional (Timnas) Indonesia, perjuangan dan dedikasi Ridwan di kancah global ini langsung memantik perhatian sekaligus apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik Daerah Pemilihan (Dapil) Bawean, Bustami Hazim.

Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Gus Bus tersebut secara khusus meluangkan waktunya untuk menyambut kepulangan pahlawan olahraga itu. Momen pertemuan yang penuh kehangatan ini berlangsung di Pelabuhan Gresik, sesaat setelah Ridwan merampungkan tugas negaranya dan kembali dari Thailand.

Dalam perjumpaan tersebut, Gus Bus tidak hanya menyampaikan rasa bangganya secara langsung, tetapi juga memberikan dukungan moril sekaligus bantuan materiil. Langkah ini merupakan wujud apresiasi nyata dari wakil rakyat atas kerja keras Ridwan yang telah berjuang mengibarkan Sang Saka Merah Putih di pentas internasional.

“Sukses untuk Ridwan. Semoga ke depannya bisa terus mengikuti ajang-ajang serupa dan kembali membawa nama harum Pulau Bawean di mata dunia,” tutur Bustami penuh harap saat menemui sang atlet.

Lebih lanjut, Gus Bus menegaskan bahwa pencapaian gemilang Ridwan adalah bukti tak terbantahkan bahwa Pulau Bawean menyimpan segudang talenta olahraga yang mampu bersaing di level tertinggi. Namun, ia menyadari bahwa potensi besar ini tidak akan berkembang maksimal tanpa adanya perhatian serius dan program pembinaan yang berkesinambungan.

Sebagai wakil rakyat, Gus Bus berkomitmen untuk segera membangun koordinasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Fokus utamanya adalah mendorong pihak eksekutif agar lebih memperhatikan nasib para atlet berprestasi, khususnya dalam eksekusi program pembinaan serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Bawean.

“Kami pasti akan mendukung penuh talenta-talenta atlet daerah. Ke depannya, kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait langkah nyata untuk pembinaan maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” tegasnya.

Di tengah euforia penyambutan tersebut, semangat bertanding Ridwan rupanya sama sekali tidak surut. Pemuda gigih ini tak ingin cepat berpuas diri dengan torehan medali peraknya di Thailand. Ia mengaku telah membidik target selanjutnya dan tengah bersiap menatap kompetisi kejuaraan internasional berikutnya di negeri jiran.

"Insya Allah, akhir bulan Desember nanti saya akan bertanding lagi di Malaysia," ujar M. Ridwan membagikan rencana ke depannya.

Dukungan lintas sektor ini dinilai sangat krusial. Harapannya, kesuksesan yang diraih M. Ridwan dan semangatnya untuk terus bertanding bukanlah sebuah titik henti, melainkan motivasi bagi lahirnya atlet-atlet baru.

Baca Juga: Adab kepada Orang Tua dan Guru: Dua Pintu Keberkahan dalam Hidup

Kini, kepingan medali perak yang dibawa pulang Ridwan bukan sekadar capaian individu, melainkan simbol kebanggaan bagi seluruh elemen masyarakat Pulau Bawean. Dari wilayah kepulauan di ujung utara Gresik, seorang pemuda dengan keterbatasan fisik telah membuktikan diri mampu mendobrak batasan, menaklukkan persaingan ketat internasional, dan bersiap kembali mengukir sejarah manis bagi Indonesia.

S Penulis: Sarima

Tim Jurnalis Pena EdukasiRESIK – Sebuah kebanggaan besar kembali ditorehkan oleh putra daerah asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. M. Ridwan, seorang atlet penyandang disabilitas asal Dusun Sungaiterus Deje, Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura, sukses menyabet medali perak dalam kejuaraan internasional sepak takraw adaptif (disabilitas) yang diselenggarakan di Thailand.

Tampil gemilang mewakili Tim Nasional (Timnas) Indonesia, perjuangan dan dedikasi Ridwan di kancah global ini langsung memantik perhatian sekaligus apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik Daerah Pemilihan (Dapil) Bawean, Bustami Hazim.

Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Gus Bus tersebut secara khusus meluangkan waktunya untuk menyambut kepulangan pahlawan olahraga itu. Momen pertemuan yang penuh kehangatan ini berlangsung di Pelabuhan Gresik, sesaat setelah Ridwan merampungkan tugas negaranya dan kembali dari Thailand.

Dalam perjumpaan tersebut, Gus Bus tidak hanya menyampaikan rasa bangganya secara langsung, tetapi juga memberikan dukungan moril sekaligus bantuan materiil. Langkah ini merupakan wujud apresiasi nyata dari wakil rakyat atas kerja keras Ridwan yang telah berjuang mengibarkan Sang Saka Merah Putih di pentas internasional.

“Sukses untuk Ridwan. Semoga ke depannya bisa terus mengikuti ajang-ajang serupa dan kembali membawa nama harum Pulau Bawean di mata dunia,” tutur Bustami penuh harap saat menemui sang atlet.

Lebih lanjut, Gus Bus menegaskan bahwa pencapaian gemilang Ridwan adalah bukti tak terbantahkan bahwa Pulau Bawean menyimpan segudang talenta olahraga yang mampu bersaing di level tertinggi. Namun, ia menyadari bahwa potensi besar ini tidak akan berkembang maksimal tanpa adanya perhatian serius dan program pembinaan yang berkesinambungan.

Sebagai wakil rakyat, Gus Bus berkomitmen untuk segera membangun koordinasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Fokus utamanya adalah mendorong pihak eksekutif agar lebih memperhatikan nasib para atlet berprestasi, khususnya dalam eksekusi program pembinaan serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Bawean.

“Kami pasti akan mendukung penuh talenta-talenta atlet daerah. Ke depannya, kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait langkah nyata untuk pembinaan maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” tegasnya.

Di tengah euforia penyambutan tersebut, semangat bertanding Ridwan rupanya sama sekali tidak surut. Pemuda gigih ini tak ingin cepat berpuas diri dengan torehan medali peraknya di Thailand. Ia mengaku telah membidik target selanjutnya dan tengah bersiap menatap kompetisi kejuaraan internasional berikutnya di negeri jiran.

"Insya Allah, akhir bulan Desember nanti saya akan bertanding lagi di Malaysia," ujar M. Ridwan membagikan rencana ke depannya.

Dukungan lintas sektor ini dinilai sangat krusial. Harapannya, kesuksesan yang diraih M. Ridwan dan semangatnya untuk terus bertanding bukanlah sebuah titik henti, melainkan motivasi bagi lahirnya atlet-atlet baru.

Kini, kepingan medali perak yang dibawa pulang Ridwan bukan sekadar capaian individu, melainkan simbol kebanggaan bagi seluruh elemen masyarakat Pulau Bawean. Dari wilayah kepulauan di ujung utara Gresik, seorang pemuda dengan keterbatasan fisik telah membuktikan diri mampu mendobrak batasan, menaklukkan persaingan ketat internasional, dan bersiap kembali mengukir sejarah manis bagi Indonesia.

Artikel Terkait